Singalekong

Situs Agen Domino99 dan Agen Bandarq Terpercaya

Bangunan bersejarah di Indonesia yang wajib di kunjungi

Bangunan bersejarah di Indonesia yang wajib di kunjungi – Jika kita sedang berlibur ke sebuah daerah, pastinya Anda tidak hendak melewatkan peluang untuk menyaksikan bangunan, jembatan, mesjid atau sekian banyak peninggalan bersejarah yang menjadi trade mark wilayah tersebut. Nah, Kali ini kami khusus menyuruh Anda guna mengenal sekian banyak peninggalan bersejarah yang tersebar di sejumlah daerah. Berikut ialah daftar Bangunan Bersejarah di Indonesia.

Bangunan bersejarah di Indonesia

1. Istana Maimun

Istana Maimun

Istana Maimun sudah dinobatkan sebagai bangunan terindah di Kota Medan, Sumatera Utara. Terletak di area Jl. Brigjen Katamso, istana megah ini berlalu dibangun selama tahun 1888 dan adalahwarisan dari Sultan Deli Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Sapuan warna kuning pada gedung ini adalahwarna khas Melayu.

Arsitekturnya yang unik ialah daya tarik utama dari Istana Maimun. Pengaruh Eropa tampak jelas pada balairung atau ruang tamu, jendela, pintu dan suatu prasasti di depan tangga yang bertuliskan huruf Latin, berbahasa Belanda. Sedangkan, ciri Islam hadir pada atapnya yang bergaya Persia yang melengkung, style yang tidak sedikit dijumpai pada bangunan-bangunan di area Timur Tengah.

Bagian dalam Istana Maimun pun menarik guna disusuri. Di balik dinding-dindingnya yang kokoh, ada puluhan kamar yang tersebar di dua lantai. Kemegahan juga terlihat pada singgasana, lampu kristal Eropa, kursi, meja maupun lemari. Foto-foto keluarga, senjata-senjata kuno, tergolong ruang penjara, pun ada di istana ini. Walaupun masih menyimpan benda-benda bernilai sejarah, Istana Maimun masih membolehkan wisatawan untuk berangjangsana dan merasakan kemegahan sekaligus menyelami kejayaan Kesultanan Deli masa lalu.

2. Mesjid Raya Medan

Bangunan bersejarah di Indonesia yang wajib di kunjungi

Mesjid Raya Medan yang berdiri sombong tak jauh dari Istana Maimun ialah bangunan yang pun menjadi jejak kejayaan Deli. Dibangun pada tahun 1906, semasa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid, mesjid ini masih bermanfaat seperti semula, yakni melayani umat muslim di Medan yang hendak beribadah.

Kubahnya yang pipih dan berhiaskan bulan sabit di unsur puncak, menandakan gaya Moor yang dianutnya. Seperti mesjid lainnya, suatu menara yang menjulang tinggi terlihat meningkatkan kemegahan dan religiusnya mesjid ini. Aplikasi lukisan cat minyak berupa bunga-bunga dan tanaman yang berkelok-kelok di dinding, plafon dan tiang-tiang kokoh di unsur dalam mesjid ini, semakin mengindikasikan tingginya nilai seni mesjid ini.

Bangunan bersejarah di Indonesia pastinya harus dikunjungi

3. Mesjid Istiqlal

Mesjid Istiqlal

Jakarta yang serba canggih dan diisi gedung kaca, ternyata masih mempunyai bangunan bersejarah dengan desain yang indah, yakni Mesjid Istiqlal. Rumah ibadah umat muslim yang megah ini sudah lama menjadi di antara landmark Jakarta. Kokoh berdiri di atas areal seluas 9,5 hektar dan berkapasitas sampai 8.000 orang, mesjid hasil karya arsitek Indonesia, F Silaban ini, pernah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi kehormatan hati umat muslim Ibukota dan Indonesia. Dibangun pada masa-masa mula kemerdekaan, mesjid ini memang menggambarkan kemerdekaan, cocok dengan makna dari nama yang disandangnya.

Mesjid Istiqlal memiliki sebuah kubah raksasa berwarna putih yang bentuknya laksana bola dibelah dua. Layaknya mesjid beda di dunia, Mesjid Istiqlal ini pun dilengkapi suatu menara yang tingginya mencerminkan jumlah ayat yang terdapat pada buku suci Al Qur’an. Sebuah bedug raksasa ikut menambah keanehan mesjid ini. Ukurannya yang amat besar, menobatkan bedug ini sebagai bedug terbesar di Indonesia!

Bangunan bersejarah di Indonesia Wajib Kamu Kunjungi ya

4. Gedung Sate

Gedung Sate

Di Kota Bandung yang sejuk, kita juga dapat menjumpai suatu bangunan dengan arsitektur yang beda dari yang lain. Dibangun pada era kolonial Belanda, Gedung Sate, demikian gedung ini tidak sedikit disebut, adalahsalah satu pesona yang terdapat di Kota Kembang. Nama Gedung Sate sendiri muncul sebab sebuah ornamen yang terlihat laksana tusuk sate di puncak menara utamanya.

Gedung Sate hasil rancangan Ir.J.Gerber, arsitek kenamaan alumni Fakultas Teknik Delf Nederland dan timnya ini, berlalu dibangun pada tahun 1924.

Bangunan ini mengadopsi gaya arsitektur era Renaissance Italia. Namun, pada unsur tengahnya ada menara bertingkat yang serupa dengan atap meru atau pagoda. Oleh karena itulah, kalangan arsitek menilai bahwa Gedung Sate mempunyai rancangan yang “berani beda” dan tak populer di zamannya.

Kini, di depan bangunan ini terdapat suatu monumen untuk memperingati gugurnya semua pejuang Jawa Barat saat menjaga Gedung Sate dari serangan pasukan Gurka. Setiap hari Minggu atau hari cuti nasional, gedung ini selalu diisi wisatawan.

Usai merasakan kemegahan gedung ini dari luar, Anda dapat menuju menaranya untuk menonton benda-benda bersejarah. Atau dapat juga sekadar bersantai di kafe yang terdapat di gedung ini sambil merasakan suasana dan udara Kota Bandung yang sejuk dan segar.

Bangunan bersejarah di Indonesia pastinya harus dikunjungi

5. Lawang Sewu

Lawang Sewu

Membahas mengenai arsitektur atau bangunan tua di Indonesia, pasti tak dapat lepas dari suatu bangunan legendaris yang berdiri kokoh di Kota Semarang, tepatnya di area Simpang Lima, yakni Lawang Sewu. Bangunan yang artinya ialah “seribu pintu” ini, bahwasannya bukan nama sebetulnya yang diserahkan untuk bangunan ini.

Nama itu menjadi legendaris sebab banyaknya jumlah pintu yang ada pada gedung keno ini. Dahulu, Lawang Sewu yang bergaya art deco ialah kantor perusahaan kereta api Belanda, NV Nederlandsch Indische Spoorweg Mastshappij (NIS) dan bangunan ini adalahsalah satu karya terbaik arsitek Prof. Jacob K. Klinkhamer dan B.J. Oudang.

Pemerintah Kota Semarang sendiri telah memutuskan Lawang Sewu sebagai di antara gedung yang dilindungi. Predikat ini pantas disandang oleh Lawang sewu sebab gedung ini pun adalahsaksi sejarah Indonesia ketika pecahnya perang sengit sekitar 5 hari di Semarang, antara Angkatan Muda Kereta Api melawan kompetai dan Kido Buati, Jepang.

6. Mesjid Agung Palembang

Palembang tak melulu terkenal dengan pempek atau kain songketnya. Kota di tepian Sungai Musi ini pun dihiasi bangunan dengan arsitektur mengagumkan laksana terlihat di Mesjid Agung Palembang.

Berlokasi tak jauh dari Plaza Benteng Kuto Besak, di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Mesjid Agung Palembang mulai dibangun saat Palembang dipimpin oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, tepatnya tahun 1738. Pada zamannya, mesjid ini diandalkan sebagai salah satu lokasi tinggal ibadah terbesar yang pernah ada.

Meski dikerjakan oleh seorang arsitek Eropa, pengaruh Cina ikut hadir pada wajah mesjid ini. Hal tersebut ditandai oleh bentukan limas dan dekorasi ornamen khas Cina pada sebanyak atapnya. Paduan dua kebiasaan ini menjadi karakteristik Mesjid Agung Palembang dan membuat tidak sedikit pelancong terkagum-kagum. Sebuah akulturasi kebiasaan yang dapat tetap bersebelahan dan saling mengisi.

Bangunan bersejarah di Indonesia pastinya harus dikunjungi

7. Taman Sari

Taman bunga yang indah. Begitulah kira-kira makna dari nama Taman Sari. Areal pemandian ini adalahkompleks bangunan yang sangat estetis dan menjadi aset Keraton Yogyakarta. Dibangun sesudah Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, lokasi ini memang didesain sebagai tempat pembuangan diri Sultan Yogyakarta dan keluarganya dari hiruk pikuk dunia. Meskipun sempat luluh lantak terguncang gempa, ketika ini Taman Sari telah kembali tampak cantik.

Taman Sari memang dirancang sedemikian rupa supaya bisa menghadirkan ketenangan untuk siapapun yang sedang di dalamnya. Bangunan ini pun mencerminkan style yang multikultur (Portugis, Belanda, Cina, Jawa, Hindu, Buddha, Nasrani, dan Islam). Kolam mungil dengan air mancurnya yang bening dan pohon-pohon berbunga, meningkatkan keasrian lokasi ini. Sekaligus menjadikannya sebagai tempat peristirahatan yang sempurna.

Bangunan bersejarah di Indonesia pastinya harus dikunjungi

8. Tongkonan

Di samping bangunan peninggalan kolonial, Indonesia pun mempunyai sejumlah lokasi tinggal adat dengan format atau desain yang unik. Bangunan ini memang bukan karya seorang arsitek era canggih yang menguasai segudang teori. Melainkan kreasi sekelompok insan yang masih menyukai serta menjunjung tinggi adat istiadat yang diwariskan oleh leluhurnya. Dan Tongkonan, lokasi tinggal adat masyarakat Tana Torja di Sulawesi Selatan, ialah salah satunya.

Tongkonan memang memiliki karakteristik tersendiri dibanding lokasi tinggal adat lainnya. Rumah ini berupa lokasi tinggal panggung dari kayu. Atapnya yang tercipta dari rangkaian bambu yang dilapisi ijuk hitam serta bentuknya yang melengkung laksana perahu telungkup, menciptakan rumah ini serupa dengan Rumah Gadang, lokasi tinggal adat masyarakat Minang atau Batak. Dinding lokasi tinggal yang tercipta dari kayu, pun diukir dengan ragam ukiran khas Toraja.

Baca juga : Tempat Wisata di Australia

Ciri beda yang sangat menonjol pada Tongkonan ialah adalah kepala kerbau beserta tanduknya yang meliuk estetis yang dibentuk pada suatu bang utama di depan masing-masing rumah. Jumlah kepala kerbau yang terdapat di masing-masing rumah dapat berbeda. Semakin tidak sedikit “hiasan” ini di sana, maka semakin tinggi derajat family yang bermukim di dalamnya. Karenanya. Tongkonan pun menjadi salah satu pesona wisata Tator dan tidak sedikit diminati semua pecinta foto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Singalekong © 2017
error: Content is protected !!